Kompresi Citra (Image)
December 5th, 2009 Under komputer | 196 CommentsKompresi Citra Menurut saya adalah sebuat metode untuk mengecilkan sebuah ukuran file citra dengan mengurangi jumlah bit pada representasi citra digital dengan tujuan mengefisienkan penggunaan citra digital. Sedangkan pengerti citra sendiri secara mudahnya adalah sebuah gambar ( image) pada bidang dua dimensi. Ilustrasi kompresi citra digital kira-kira sbb.
Sebuah gambar 3 inci x 4 inci dengan tingkat resolusi sebesar 72 dot per inch (dpi), maka diperlukan 3 x 4 x 72 x 72 = 62.208 dot ( pixel ). Setiap pixel terdiri dari 3 byte dimana masing-masing byte merepresentasikan warna merah, hijau, dan biru. Sehingga citra digital tersebut memerlukan volume penyimpanan sebesar 62.208 x 3 byte = 186.624 bytes.
Ukuran 186.624 bytes atau kira-kira 186 Kb sungguh sangat tidak efisen jika akan digunakan untuk penggunaan website atau blog yang membutuhkan loading yang lebih cepat, oleh karena itulah dibutuhkan kompresi citra sehingga ukuran citra lebih kecil dan waktu proses menampilkan citra juga bisa lebih cepat. Perhatikan Gambar berikut.
![]() Sebelum Dikompresi ( 40.723 bytes ) |
![]() Sesudah Dikompresi 75% ( 13.538 bytes ) |
Semoga mata anda baik-baik saja dan bisa melihat perbedaannya. Untuk melakukan kompresi citra digital anda dapat menggunakan bahasa pemrograman komputer tertentu yang mendukung citra digital. Selain itu anda juga dapat menggunakan software seperti sotosop (digosok-gosok makin sip), corel, dkk seperjuangannya.
Tapi khusus buat anda yang gak mau ribet, anda juga bisa menggunakan software gratis seperti RIOT (Radical Image Optimization Tool) dengan tampilan yang sangat mudah di gunakan, untuk mencobanya anda dapat mendownload pada situsnya langsung di luci.criosweb.ro/riot/. Saat ini RIOT Sudah versi 0.3.5. Semoga Bermanfaat.
O ya kalo seandainnya saya membuat program citra digital berbasis web menggunakan object oriented programming, kira-kira ada yang bisa menjadi guru saya gak ya..????






Nanang
Rumit ya? tapi info yang bermanfa’at biarpun saya tidak tahu seluk beluk komputer
[Reply]
December 6th, 2009 at 7:17 pm
ikut nimbrung aza diblog ini,,,
bakal dapet dah ilmunyaterus bisa dapet yang bening – bening lagi
[Reply]
December 7th, 2009 at 2:57 am
Anda benar sekali, terkhusus Bening-bening pasti..
[Reply]
December 9th, 2009 at 8:13 am
blog yang suka yang bening – bening yah ini
December 7th, 2009 at 2:58 am
Rumit sich gak juga ya, tergantung ama yang digantung..
[Reply]
alamendah
Nambah lagi;
Selamaat soreeeeee
[Reply]
December 7th, 2009 at 2:55 am
Kalo sekarang saya balas mah sudah dini hari Om.
Jadi selamat dini hari..
[Reply]
Troy
wah… foto ceweknya ya bang?
[Reply]
December 7th, 2009 at 2:56 am
Gak foto cowok kok. ya Iya lah, cape dah..
[Reply]
ammadis
Info yg berguna…
Dari kedua photo itu yg beda cuma besaran data saja???….klo gambarnya, misalnya lebih redup/cerah…? kayaknya sama saja kualitasnya….
[Reply]
December 7th, 2009 at 8:41 pm
Kalo sekedar untuk menambahkan informasi pada kontent blog atau situs, memang tidak terlalu keliatan secara kasat mata. Tapi kalo untuk desain grafis, printing, poster, dkk seperjuangannya maka akan terlihat jelas beda kualitasnya. Intinya sich disesuaikan saja kegunaan citra (image) itu. Misalkan untuk kontent blog yang bukan desain grafis, ngapain pakai image dengan resolusi terlalu tinggi. saya kira resolusi 448 x 336 pixel saja sudah lebih dari cukup kok.
[Reply]
ganda
Ada beberapa algoritma kompresi untuk image kompressing ini, termasuk yang open algorithm, maupun yang closed(appropriate) algorithm, salah satunya yang saya tahu adalah menghilangkan warna-warna yang tidak bisa dilihat manusia dengan mata telanjang.
[Reply]
December 7th, 2009 at 8:46 pm
Wah saya kurang tau Mr. Ganda, ajarin saya dunk..
[Reply]
December 8th, 2009 at 1:02 pm
How?
[Reply]
December 10th, 2009 at 11:42 pm
yak gak how how, kapan Mr. Gandanya bisa ngajarin saya..
December 11th, 2009 at 9:12 am
When? Umm…. I’m kinda busy by doing numerous project. argh.. I’m getting crazy on this world.

We’ll discuss later ya. 
December 13th, 2009 at 2:07 am
It’s Ok. That is More Important than me, enjoy aja Mr. Ganda..
imadewira
waduh, nggak ngerti deh…
[Reply]
December 7th, 2009 at 8:47 pm
Kalo gak ngerti, liat yang bening-bening aja Om..
[Reply]
blogpopuler
Yang jadi model siapa tuh kang..
[Reply]
December 7th, 2009 at 8:48 pm
Siapa ya..

Yang jelas sich Manusia berjenis Kelamin Perempuan..
[Reply]
ajikinai
mau tanya…!
kalo gambar yang ukurannya gila2an (3mb,4mb), pas dikompresi ada perubahan ga…?
[Reply]
December 7th, 2009 at 8:04 pm
nggak ada gan perubahan,,,
[Reply]
December 7th, 2009 at 9:47 pm
Apanya gan..???
[Reply]
December 7th, 2009 at 8:58 pm
Kalo pakai Microsoft Office Picture Manager setahu saya yang dikompress bukan warna penyusun (jumlah bit) representasi Citra (image) tapi ukuran resolusinya yang diperkecil. Misalkan ukuran awalnya 1024×768 pixels di resize sampai 448×336 pixel (untuk web pages). Yang di maksud Kompresi citra disini dengan ukuran resolusi yang sama tapi menghasilkan ukuran file yang lebih kecil.
[Reply]
December 7th, 2009 at 9:07 pm
Untuk ukuran image yang lebih besar ( > 1 MB ), pasti ada juga perubahannya setelah di kompresi. Contohnya saya mencoba mengkompresi image resolusi 2560×1920 pixel dengan ukuran file 1,22 MB (1.282.048 bytes) menggunakan RIOT, persentase kompresi 20% menghasilkan ukuran file sebesar 145 KB (149.374 bytes) dengan resolusi yang sama dan beda kualitas sebelum – sesudah kompresi tidak terlalu keliatan secara kasat mata.
[Reply]
made gelgel
bagusan mana sama photosop mas?
[Reply]
December 7th, 2009 at 9:08 pm
Ya jelas sotosop ( digosok-gosok makin sip ) lah om.
[Reply]
qnuun
biar tetep detai tapi file.ny kecil bisa ngga ?
[Reply]
December 7th, 2009 at 9:14 pm
Bisa, tuh kan diatas sudah saya contohkan. salah satunya menggunakan sofware RIOT, tinggal disesuaikan saja persentase kompresi dan kualitas yang diinginkan. tidak terlalu keliatan kok om secara kasat mata. Tapi memang detail dan kualitasnya akan sedikit berkurang dari file sebelum dikompresi.
[Reply]