Tidak Ada Ucapan Natal Dan Tahun Baru Masehi
December 31st, 2009 Under Artikel, My Self | 92 CommentsBukan saya tidak menghargai atau menghormati teman-teman yang merayakan natal dan tahun baru masehi, namun tuntunan saya sebagai orang yang beragama Islam melarang saya untuk mengucapkan ucapan natal dan tahun baru masehi walaupun ada dalil lainnya yang memperbolehkan dalam keadaan tertentu. Tapi saya tetap berpatokan pada dalil dasar awal.
Dan sebagai manusia yang penuh dosa ini, saya tidak merasa lebih tahu apalagi lebih tinggi ilmunya dari para sahabat Rasulullah Saw yang telah mengamalkan ilmunya. Adapun Penjelasan tentang ini antara lain bisa anda lihat di
- Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan Selamat Natal?
- Ucapan Selamat Natal
- Hukum Mengucapkan Selamat Natal
- Bagaimana Hukumnya Mengucapkan Selamat Natal Bagi Muslim
- Hukum Mengikuti Perayaan Natal Bersama
- Hukum Perayaan Tahun Baru
- Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi
- Bagaimanakah Hukumnya Merayakan Tahun Baru Masehi
- Bolehkah Mengikuti Natal Bersama dan Tahun Baru ?
- Hukum Mengucapkan Selamat hari raya non muslim (Natal/Tahun baru)
So jika teman-teman mengucapkan selamat natal dan tahun baru, mohon maaf saya tidak akan membalas ucapan tersebut. Tapi saya tetapĀ menghormati dan menghargai perayaan natal dan tahun baru sebagai keyakinan anda terhadap sesuatu layaknya saya mencintai agama saya. Mohon teman-teman bisa memakluminya dengan baik.
Tidak ada maksud apa-apa dibalik ini. Bagimu agamamu bagiku agamaku, bagimu kepercayaanmu dan bagiku kepercayaanku, bagimu pendapatmu dan bagiku pendapatku. Silahkan jalankan masing-masing, mari sama-sama menghargai. Semoga kerukunana antar beragama dan tali silaturahmi kita tetap terjaga dengan baik.
No offense or defense just Peace For All..
And Be carefull with My Genjutsu

Image By akatzuki.blogdetik.com, edited By Me.




imadewira
hmmmm…. ya, kepercayaan setiap orang tetap harus dihormati termasuk ketika dia tidak mau mengucapkan selamat hari raya (agama lain) kepada orang lain, dan toh tidak ada yang memaksa kan..
yang penting tidak saling mengganggu dan tetap saling menghormati.. peace..
[Reply]
January 4th, 2010 at 10:50 am
Yap, saya sependapat Om. setiap orang punya keyakinan dan kepercayaan masing-masing, monggo saling menghormati dan menghargai selagi tidak mengangu dan mengakibatkan perpecahan.
[Reply]
Hanif Ilham M
dalam alquran sudah dijelaskan, entah lupa saya ayat pastinya, intinya, “Agamaku adalah agamaku dan agamamu adalah agamau” jadi bentuk toleransi kepada pemeluk agama lain seperti itu, saya tidak ikut berpartisipasi dengan merayakannya karena bukan bagian dari agama saya, begitu mungkin.
[Reply]
January 8th, 2010 at 11:40 am
Yap kira-kira begono lah Om..
[Reply]
funky fun-T mimi allegra
hai, deka… thx for sharing ya…
aku baru tahu beberapa waktu yang lalu mengenai dalil2nya… terutama yang untuk natal.
ternyata yang tahun baru juga setali tiga uang ya latar belakangnya, makanya gag boleh juga?
Qadarullah, beberapa teman baikku yang menurutku sifatnya sangat baik, adalah non muslim. tapi karna aku sudah tau bahwa kenapa tidak boleh, aku benar2 menahan untuk tidak mengucapkannya (semoga Allah SWT mengampuni dosa2ku di saat aku masih jahilliyah…)
kemarin ada pesanan dari saudara yang merayakan natal, cukup banyak, dan aku tidak mengucapkan selamat natal padanya karna takut pada Allah, tapi yang tahun baru aku baru tahu kalau ternyata juga gag boleh. jadi masih sempat mengucapkan ke beberapa teman kemarin sekalian ngucapin tahun baru hijriah aja. harusnya mah tahun baru Islam aja yah…
hanya saja orang tuaku masih mengucapkannya karna banyak sodara yang non muslim, dengan alasan kepantasan dan saling menghargai… duh aku jadi sedih kalo aku jelasin dalilnya malah ditanggapi, kami mah ga ikut aliran yang kayak gitu…
sedih rasanya… memang keluargaku keluarga yang plural, jadinya aku juga merasa ilmu agama Islamku masih kurang. namun aku pelan2 akan coba untuk belajar lebih dalam tentang agamaku, agama Islam yang indah ini.
duh sori yah, jadi curcol niy…
makasih ya atas masukan2nya yang berharga…
[Reply]
January 14th, 2010 at 11:33 am
Santai aja Nyai..
Untuk Natal, tahun baru, dan perayaan hari raya agama lain pada prinsipnya sama saja dalam arti ketika kita mengucapkan ucapan selamat sebenarnya ini sudah menyangkut soal akidah Agama Islam kita, dan ini sangat berbahaya kalo sudah menyangkut akidah. Pada konteks nyatanya seolah-olah kita mengakui.
Walaupun para ulama sendiri terbagi menjadi dua pendapat ada yang boleh dan ada yang mengharamkan. pada hakikat tidak jadi masalah karena para ulama itu telah mengkaji sedemikian rupa. Yang jelas bagi saya sendiri kalo tidak dalam kondisi darurat yang mungkin mengakibat hal-hal yang tidak baik sebaiknya jangan sama sekali.
Islam Itu mudah tapi jangan di mudah-mudahkan. Just My Opinion.
[Reply]
funky fun-T mimi allegra
yes u’re right, bro… (bro? ge-er banged si mimi yah hihihi…)
i have t’ same opinion, too…
pokoke berusaha semaksimal mungkin menjalankan Islam dengan ittiba Rasul.
kalau menyangkut tauhid memang kita ga boleh main-main ya…
thx for sharing!
[Reply]
January 14th, 2010 at 6:42 pm
Ya kira-kira begono lah Nyai… [Nyai Ronggeng kali, hehehe ]
Yang paling susah mah kalo da nyangkut yang bening-bening Nyai,
susah banget menjaga hati ini [ala]..
[Reply]
jeprio
Ucapan Natal boleh2 saja, kan kita tidak menjalankannyasecara langsung,, jadi sah dong,yangpenting kn keyakinan.
[Reply]
March 14th, 2010 at 11:18 am
Justru karena menyangkut keyakinan lah menjadi tidak boleh kecuali dalam keadaan tertentu. Ada baiknya anda baca secara detail dan seksama penjelasan dari link-link diatas. Just My Opinion.
[Reply]
Mjenisay
tidak apa pak, kita mengucapkannya sebagai umat manusia yang saling menghargai dan menghormati
[Reply]
khamiL
gak apa apa lah,,, yang penting dalam kehidupan sehari hari kita udah bettoleransi antar umat beragama dengan b aik,,,
[Reply]