• Home
  • Investigasi Domain
  • Tools
  • Sitemap
  • Blogroll
  • Cek Pagerank
  • About

  • Metode Penentuan Awal Ramadhan Dan Hari Raya

    July 20th, 2012 Kategori Artikel | Oleh : | 5 Comments

    Posting ini Sengaja Saya Tulis Sebagai Pengingat Saya Sekaligus Untuk Menambah Pengetahuan Bersama Tentang Bagaimana Para Ulama Menentukan Awal Ramadhan Dan Hari Raya. Secara Garis Besar ada Dua Metode Untuk Menentukan Awal Bulan Puasa Ramadhan Dan Hari Raya, Sebenarnya Lebih Tepat Untuk Menentukan Awal Bulan Pada Sistem Kalender Hijriyah.

    1. Metode Hisab (Menghitung)
    2. Metode Rukyat (Melihat/Mengamati)

    Untuk Diketahui Sebelumnya, Ilmu Astronomi Khususnya Mengenai Posisi Matahari Dan Bulan Memegang Peranan Penting Dalam Hal Penentuan Waktu Ibadah Umat Islam. Posisi Matahari Menjadi Penentu Waktu Masuknya Shalat, Sedangkan Posisi Bulan Menjadi Penanda Masuknya Awal Bulan (Bulan Baru) Dalam Kalender Hijriyah.

    Metode Hisab

    Metode ini berdasarkan perhitungan dalam ilmu Astronomi untuk memperkirakan posisi matahari dan bulan terhadap bumi. Dalil atau dasar hukum metode ini pada Al-Qur’an surat Yunus (10) ayat 5 Dan Ar-Rahman (55) ayat 5. Salah Satu Keuntungan Menggunakan Metode ini Jauh-Jauh Hari, Awal Bulan Puasa Ramadhan, Hari Raya maupun penanggalan lainnya dalam kalender hijriyah yang akan datang dapat ditentukan.

    Metode Rukyat

    Metode Ini Berdasarkan Pengamatan (melihat) adanya penampakan bulan baru (Bulan Sabit) atau lebih sering disebut Hilal Baik menggunakan mata telanjang maupun alat bantu seperti teleskop. Apabila Hilal tidak terlihat (gagal dilihat) maka bulan pada kalender yang berjalan digenapkan menjadi 30 hari.

    Dalil atau dasar hukum pada metode ini menggunakan hadits-hadits shohih Dari Ibnu Umar Radhiallahuanhu, Abdullah bin Abbas Radhiallahuanhu Dan Aisyah. Metode Rukyat Ini Terbagi dua.

    1. Rukyat Internasional/Global. Jika Satu Saja Muslim (yang tentunya sudah disumpah) Melihat Hilal maka berlaku untuk seluruh dunia. (Ijtihad Ulama Madzhab Hanafi, Maliki Dan Hanbali).
    2. Rukyat Lokal. Setiap Daerah jika sudah berbeda 24 Farsakh (120 km) boleh menentukan sendiri Rukyatnya. (Ijtihad Ulama Madzhab Syafi’i)

    Pada Metode Rukyat Ada Dua kriteria yang sering digunakan di Indonesia.

    • Wujudul Hilal.
      Jika setelah terjadi ijtimak (tanggal 29 pada bulan berjalan), Bulan terbenam setelah terbenamnya Matahari maka malam itu  ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah tanpa melihat berapapun sudut ketinggian Bulan saat Matahari terbenam.
    • Imkanur Rukyat MABIMS.
      Hilal dianggap terlihat  dan keesokannya ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah  apabila Ketika Matahari terbenam, ketinggian Bulan di atas horison tidak kurang dari 2° dan Jarak lengkung Bulan-Matahari (sudut elongasi) tidak kurang dari 3°. Atau Ketika Bulan terbenam, umur Bulan tidak kurang dari 8 jam selepas konjungsi/ijtimak berlaku.

    Jika Dilihat sekilas kebanyakan organisasi Islam Di Indonesia cenderung memilih salah satu metode diatas (Antara Hisab Dan Rukyat), Namun pada penerapannya kebanyakan menggunakan kombinasi metode hisab dan rukyat seperti NU menggunakan Imkanur Rukyat dengan kombinasi hisab Dan Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab dan Wujudul Hilal.

    Untuk Tahun 2012 Ini, Terdapat Perbedaan Dalam Menentukan Awal Bulan Ramadhan. Pemerintah Melalui Sidang Isbat yang dilaksanakan 19 juli 2012 menetapkan 21 Juli 2012 sebagai awal ramadhan. Keputusan pemerintah ini sejalan dengan NU, Persis dan beberapa Organisasi Lainnya. Adapun yang berbeda Organisasi FPI dan An-Najat.

    Sedangkan Organisasi Muhammadiyah dari jauh hari telah menetapkan Awal Ramadhan jatuh pada tanggal 20 Juli 2012 dan Hari Raya Idul Fitri Jatuh pada tanggal 19 Agustus 2012. Yang Manakah yang mau diikuti..??? Puasa mulai hari ini atau besok..??  Kembali ke diri anda masing-masing, Mana yang anda lebih yakini..???

    Saya sendiri mulai berpuasa hari ini, bukan karena saya anggota organisasi muhammadiyah, tapi karena kondisi berikut.

    • Secara Hirarki Hukum Islam, Puasa Hari Ini atau besok sah alias tidak bertentangan bahkan kalopun mau puasa minggu depan juga gak pa2 kalo memang mempunyai dasar dalil hukum islamnya (tapi kayaknya gak mungkin deh, hehehe)
    • Karena saya gak jadi mudik, lebih efektif buat saya untuk puasa duluan mengingat saya juga sendiri (banyak godaan euy, hahaha). kalo kondisi sedang mudik ke rumah lebih bagus bareng keluarga mulai puasa hari sabtu.
    • Walaupun saya bukan anggota organisasi muhammadiyah, namun saya pikir kriteria metode yang digunakan muhammadiyah jauh  lebih efisien dibandingkan pemerintah yang tiap tahun sidang isbat melulu, kalo awal bulan puasa sich gak jadi masalah, nah kalo hari raya takutnya kayak tahun sebelumnya ada acara batal hari raya (kan gak seru, hahaha).

    Tidak ada yang perlu diperdebatkan, kalopun mau berdebat silakan temui ahlinya masing-masing. banyak yang berpendapat kalo berbeda kayak gini, gimana umat islam mau bersatu. saya sendiri berpendapat sebaliknya. kalo semua nya sama, yang gak serulahhhhhh, justru dengan perbedaan itulah bagaimana persatuan kita diuji. Yang paling penting puasanya jalan terussssss…!!

    SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA…

    Bookmark and Share

    Metode Penentuan Awal Ramadhan Dan Hari Raya
    Written by: Deka Handayani
    Rating: 4.8



    You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

    5 Responses to 'Metode Penentuan Awal Ramadhan Dan Hari Raya'

    1. avatar July 20, 2012 at 9:15 am
      die
    2. avatar August 8, 2012 at 7:11 am
      alle
    3. avatar April 23, 2013 at 4:11 am
      indonesia tourism

    Leave a Reply